BI Perwakilan Sumut Sediakan Penukaran Uang Untuk Masyarakat Saat Lebaran - Portal Berita Indonesia - Media Dunia News

Post Top Ad

Responsive Ads Here

BI Perwakilan Sumut Sediakan Penukaran Uang Untuk Masyarakat Saat Lebaran

Share This
Medan, mediadunianews.co - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumut, mengadakan acara tentang Bincang Bareng Media terkait Perkembangan Ekonomi Terkini,  di gedung BI Sumut, lantai 8,  Jalan Balaikota No.4, Kesawan, Medan Baru Kota Medan, Sumatera Utara, Kamis (9/5/2019) siang.

Kepala BI Perwakilan Sumut, Wiwiek Sisto Widayat kepada wartawan menjelaskan terkait kebutuhan dengan lebaran Bank Indonesia memiliki komitmen yang kuat untuk mengediakan semua kebutuhan dari masyarakat sumut. "Kami nyediakan cukup likuititas dari data-data yang ada dan kita sudah meminta semua data dari perbankan menyampaikan rencana penarikannya".

Jadi mereka sudah menyampaikan sampai akhir bulan ini. Awal bulan juni itu direncanakan akan ada penarekan sekitar 6,8 triliun rupiah. Dan kami dikacana sudah kami sediakan 8,7 artinya kita menyediakan lebih dari kebutuhan - kebutuhan masyarakat dari perbankan. Ini kita bagi apakah itu Uang Pecahan Besar (UPB) dan Uang Pecahan Kecil (UPK). Biasanya lebaran itu masyarakat butuhnya bukan hanya UPB dan juga UPK untuk diberikan kepada saudara - saudaranya.ujarnya

Kalau seratusan tentu terlalu besar diberikan yang 20rb, 10rb dan sebagainya dan itu kita lengkapin kesediaan dari demonasinya itu baik pecahan besar maupun pecahan kecilnya.

Klou kita bandingkan dengan tahun lalu 15 - 20 % atau 5,95. Klou pola penukaranya kita lebih intesifkan lagi. Jadi kita kerja sama tidak ada dengan perbankan juga dengan BPR. Kita juga melakukan penukaran di beberapa instansi tertentu ada tujuh seperti diprovinsi,  dipolda, TVRI dan juga ada dibeberapa tempat lain yang memerlukan penukaran.

Kita juga intesifkan lagi kepasar - pasar ada lebih 15 pasar di kota medan yang akan kita lakukan penukaran bekerja sama dengan perbankan selain itu aka dilakukan penukaran di lapangan lapangan besar di kota medan seperti lapangan benteng dan juga. Kita lakukan kalau ada permintaan dari masyarakat dimana daerahnya yang diperlukan kita akan kesana. Sistim kita jemput bola dan tidak tertutup kemungkinan kita memberikan kesempatan kepada masyarakat yang membutuhkan penukarannya.

Asumsi penukaran dari masyarakat pertama proyeksi dari perbankan. Mereka memiliki proyeksi memasukan ke Bank Indonesia. Kedua kondisi bank ekonomi kita, jadi kebutuhan masyarakat uang itu dipengaruhi dengan pertumbuhan ekonomi berapa kesejahteraan dia naik dan bagaimana pertumbuhan ekonomi itu  jadi inflasinya berapa. Maka infasinya tahun kemaren ada 123 cuma BDPR kita adalah 5,6 atau 5,3 adalah kita tambahkan itu sekita 4+ tambahan dari perbankan atau sekitar 15% saya samapikan tadi, "ujarnya.  (zato)

Editor : Edy MDNews 01.



Post Bottom Ad

Responsive Ads Here